NARASISULTRA.ID, KONUT- Himpunan Mahasiswa Langgikima (Himala) menyoroti masih tingginya potensi penyebaran HIV/AIDS yang menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan, khususnya di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara.
Berdasarkan data surveilans terbaru, tren kasus HIV/AIDS dinilai masih membutuhkan perhatian serius melalui upaya penanganan yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan, terutama pada kelompok usia produktif serta populasi berisiko.
Ketua Himala menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS adalah kondisi lanjut akibat infeksi HIV yang tidak ditangani dengan baik.
“Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, hingga menyusui,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam menekan penyebaran HIV/AIDS, Himala Langgikima mendorong sejumlah langkah strategis. Di antaranya peningkatan edukasi kepada masyarakat secara masif, perluasan akses layanan tes HIV yang aman dan rahasia, serta penyediaan pengobatan Antiretroviral (ARV) bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Selain itu, Himala juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.
Tak kalah penting, penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA menjadi fokus utama agar tercipta lingkungan yang inklusif dan suportif bagi para penyintas.
“Masyarakat perlu berperan aktif dengan menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta mengakses informasi yang benar terkait HIV/AIDS,” tambahnya.
la menegaskan, keberhasilan penanganan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui sinergi bersama, kami berharap laju penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan, sehingga tercipta masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing,”tutupnya.(Bsl/b)












